Informasi penting seputar forex, signal forex harian, trading otomatis, belajar forex,panduan forex,trading forex, broker forex,buku forex,analisa forex,prediksi forex,berita forex,top broker forex terbaik dan terpercaya di indonesia

Maximum Drawdown dalam Trading Forex

Maximum Drawdown dalam Trading Forex. Maximum drawdown adalah berapa besarnya loss berturut-turut yang mungkin terjadi dalam trading forex anda. Mari kita mulai dengan sebuah perumpamaan: katakanlah kita memiliki sebuah trading system yang mampu memberikan akurasi profit 70% dalam tiap bulannya. Artinya yang kita miliki adalah 70% dan sisanya 30% lainnya adalah loss. Atau dalam 100 kali transaksi maka 70 kali posisi yang kita buka adalah untung dan 30 lainnya rugi. Lumayan bagus bukan?

Tetapi itu saja tidak cukup. Money management forex trading menentukan di sini. Bagaimana apabila kita mengalami loss yang 30 kali itu secara berturut-turut? Jadi, dari trade pertama hingga trade ke-30 kita mengalami loss da barulah trade ke-31 hingga ke-100 profit kita peroleh. Nah, masalahnya apakah dana yang tersisa setelah trade ke-30 masih mencukupi untuk bertransaksi di trade ke-31 dan seterusnya? Inilah yang dimaksud dengan drawdown. Berapa besarnya drawdown maksimun yang mungkin terjadi? Jadi, bagaimana solusinya? Solusinya ada beberapa cara, yaitu:

Solusi 1 : Memperbaiki system trading anda sehingga tidak lagi menjadi 70:30, misalnya menjadi 90:10.
Kelihatannya memang sangat baik bukan? Tapi ini jelas tidak mudah. Memiliki system yang mampu memprediksi 90% pergerakan harga dengan akurat tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat kalau tidak mau kita katakana bertahun-tahun. Ya ini memang solusi teoritis terbaiknya namun secara realistis ini sulit.

Solusi 2 : Memperbesar modal.
Hal ini masih lebih mungkin dibandingkan dengan solusi pertama tadi. Dengan memperbesar modal maka kita memiliki buffer yang lebih besar untuk menahan loss agregat tadi. Tentu saja jumlah lot yang terbuka harus tetap dan tidak boleh bertambah dalam tiap kali transaksi. Namun kendala di sini adalah apabila dana yang kita miliki terbatas. Dalam keadaan ini kita harus kembali ke solusi pertama atau solusi ketiga di bawah ini.

Solusi 3 : Memperkecil loss per transaksi
Nah, ini solusi sederhana dan rasanya lebih dapat diterima. Maksudnya apabila tadinya kita menggunakan katakanlah 10% dari dana kita untuk bertransaksi, yaitu untuk menentukan besarnya Stop Loss maka kita perlu menguranginya menjadi misalnya 5%. Begini maksudnya, apabila anda menggunakan 10% dengan modal 1000 itu artinya Stop Loss anda besarnya 100 poin (1000 x 10% = 100) sedangkan apabila menggunakan 5%, maka Stop Loss anda besarnya 50 poin.

Mari kita lihat contoh kasus berikut ini. katakanlah kita menggunakan modal sebesar $1000 dan hanya membuka posisi sebanyak 1 lot setiap transaksinya. Mari kita lihat bagaimana perbandingannya apabila kita mengalami drawdown sebanyak 30 kali.?

Perhatikan bahwa pada drawdown ke 30, dana yang tersisa dengan menggunakan 10% dari total modal, maka tersisa hanya sebesar 47$. Sedangkan dengan menggunakan 5% tersisa 226$. Berbeda lima kali lipat! Dengan sisa dana $47, apa yang bisa kita lakukan? Bahkan untuk membeli AUDUSD sebanyak 1 lot pun tidak bisa. Hanya injection yang bisa. Tapi, kabar baiknya anda masih bisa trading di broker yang kita rekomendasikan.

Dengan demikian maka kesimpulannya semakin kecil persentase modal yang digunakan semakin aman trading kita jadinya. Namun tentu saja ada kendala-kendala yang perlu anda lalui untuk dapat mencapai persentase kecil seperti itu. Diantaranya sanggupkah anda bertrading dengan Stop Loss yang lebih sempit dari biasanya? Nah, ini perlu dipertimbangkan lagi. Lalu berapa persentase terbaik?

Beberapa trader professional mengatakan besaran terbaik adalah di bawah 2%! Jadi, 5% masih terlalu besas sesunggunya. Dengan 2% apabila anda memiliki modal sebesar $1000, maka Stop Loss anda bergeser menjadi 20 poin saja. Sangat kecil bagi seorang swing trader. Tapi itu, adalah persentase yang benar. Artinya bila anda hendak bermain swing maka gunakan dana yang lebih besar. Ingat, modal tidak bisa dibohongi.

Trader pemula biasanya menggunakan modal lebih besar setelah mengalami loss, alias balas dendam. Dengan tujuan untuk meng-cover kerugaian yang baru saja terjadi. tapi apa akibatnya? Modal bisa amblass dalam hitungan hari.
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Forex Dasar / Panduan Sukses Bisnis Forex dengan judul Maximum Drawdown dalam Trading Forex. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://www.seputarforex.info/2011/09/maximum-drawdown-dalam-trading-forex.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Joko Catur Wonosobo - Thursday, September 1, 2011

Belum ada komentar untuk "Maximum Drawdown dalam Trading Forex"

Post a Comment

Disclaimer: Seputarforex.info sedapat mungkin menyampaikan informasi yang ada dengan akurat dan benar.Namun demikian Seputarforex.info tidak dapat menjamin informasi yang disampaikan adalah akurat sepenuhnya dan; dengan demikian; tidak boleh dijadikan sebagai acuan pembukaan posisi Anda. Seputarforex.info dibebaskan dari segala tuntutan terhadap keputusan yang diambil terhadap trading Anda yang dikarenakan informasi ini. Kerugian atau pun keuntungan yang terjadi menjadi tanggung jawab Anda. Seputarforex.info tidak menerima dan menampung dana nasabah untuk bertrading Forex. Dana untuk bertrading Forex dikirim ke rekening Broker masing-masing (Alpari atau Exness).